inilah yang punya bloge : sie tangkaspamuji

Dunia maya memang sudah dikenal sejak akhir dekade ini. Namun, kehadiran dunia maya, seperti diceritakan tangkas dimulai dari seorang temannya yang nyanthenge poul.

Namanya Caskim, rada-rada irit nama, terus gak tau juga namanya itu mencerminkan daerah mana. Nah, dijelaskan Tangkas, dia mulai mengenal dunia ghaib komputer alias dunia maya dari dia.

Ternyata tatang sapaan akrab dari Tangkas mulai keranjingan. “bar ngodhe tak bela-belani ra bali andon dolanan komputeran,” bilang dia logat Banyumas medohk. Wah-wah…..memang yang namane komputer itu jagadnya dunia yang diringkas dengan kotak kecil.

Padahal yah, Tangkas pernah cerita jika dirinya mengenal (mulai mengerti cara mengoperasikannya) itu ditahun 2006, (hah!! ketinggalan jaman baget dia). Bahkan dia mengaku jika tau internet sejak setahun kemudian (berarti tahun 2007 saat dia berumur 24 tahun).

Lepas dari itu, Sie Tangkas ini punya historis yang berbanding terbalik ketika kecil dan menginjak remaja.

Tangkas kecil ini doyan ngaji, belajar dan membantu ibu, bahkan dia tidak merokok sampe usia SMP. Hanya saja mulai mengenal dunia tak karuan sejak dia SMU kelas 1 (kalau sekarang diartikan kelas X).

Ya,,ceritanya mulai sedih nih… Dia mengatakan jika kenangan terakhir yang tak pernah dilupakan adalah saat duduk dikelas 1.4 SMU. “Ada Agus, Doank, Cueng, Woto, Imam dan teman sekalas yang lain (SMA N 2 Purwokerto angkatan 1997), sekarang yang masih kontak-kontaknya selain Doank,” kata Tangkas.

Nah waktu bersama mereka itu, Tangkas mengalami cobaan terberat dalam hidupnya. Ibu yang selama ini mendidik, mengayomi, memberi perhatian penuh hingga rela mengantar tangkas kemanapun pergi ini. Justeru pergi untuk selamanya.

Saat itu, tangkas baru berusia 18 tahunan. Nah, sejak itu dia kehilangan arahan kemana yang akan dituju dalam hidupnya.

Yang Tangkas ingat, sang ibu kepengin jika dirinya kelak menjadi dokter (heee…heee.. apik tenan cita-citanya yah..)

Namun, justeru arahan yang dia dapat dari teman-teman kampung yang nakal yang doyan mabok. Dugem ala anak kampung dijalani, preman dangdut di wilayah kecamatan dia sambangi.

“tak ada yang tau tangkas kecil berada,” katanya.

Bahkan, lebih parah lagi, preman ala ‘N’ pun dijalaninya. Hingga kuliah, kebiasaan itu tak berubah. Di kampus dia di cap preman jalanan HR Bunyamin.

Sepuluh tahun dia bergelut dengan dunia tak waras. Namun, yang namanya kebenaran dan kesucian pasti akan kembali ke hati kecil manusia. si Tangkas ini akhirnya kembali kejalannya sejak akhir semester 4, 2005.

Sekarang ini, dia sedang merintis bloggnya tanpa sambil minum, dugem, mabok(hanya udud dan minum kopi).

“Mabok yang terakhir ditahun baru 2006 bersama si ‘waim’, selepas itu tak pernah lagi menyentuhnya,” ungkap pria yang sekarang bekerja di swasta itu.(*)

Published in: on November 13, 2008 at 1:32 pm  Comments (3)  

lumyan,moga-moga aku teyeng maraih sing liane

Alhamdullilah, saiki aku bisa dolanan wordpress. lah ya maning-maning gara-gara caskim supyadi,, ya moga-moga ngesuk-ngesuk aku bisa maraih wong..

Selain itu, nantinya aku harus berkembang dan bisa mencari duwit nang blog..blog maning, eh duwit maning-duwit maning

Published in: on November 13, 2008 at 1:11 pm  Comments (1)